Potensi Mutiara dan Kulit Kerang NTB Dipoles PSDM Ekraf

IMG_20210528_192916

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

MATARAM – Penguatan kualitas produk kreatif berbasis bahari terus dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf. Melalui Direktorat PSDM Ekraf, kualitas produk pengrajin perhiasan mutiara dan kulit kerang milik Nusa Tenggara Barat (NTB) dipoles. Treatmentnya melalui Pelatihan SDM Ekonomi Kreatif Champion/Unggulan (Pendampingan Proses Desain Bagi Pengrajin Perhiasan Mutiara & Kulit Kerang di NTB).

“NTB memiliki kekayaan bahari luar biasa. Selain alamnya, kekayaan bahari NTB juga menawarkan pesona mutiara dan kulit kerangnya. Untuk mengoptimalkan potensi besar ini, pelatihan diberikan kepada mereka. Tujuannya agar produk yang dihasilkan semakin berkualitas dan berdaya saing tinggi,” ungkap Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya, Jumat (28/5).

Digelar Jumat (28/5), program pelatihan tersebut berlokasi di Grand Palace Hotel, Mataram, NTB. Jumlah pesertanya mencapai 100 orang. Mereka memiliki background komunitas atau pengrajin perhiasan mutiara dan kulit kerang di wilayah NTB. Dihelat sehari, kegiatan diawali dengan SWAB Antigen dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Openingnya menampilkan Tari Sirmale dari Sanggar Mandalika.

“Pelatihan ini akan membantu pengrajin mutiara dan kulit kerang menciptakan desain baru. Hal ini tentu menjadi nilai tambah. Lebih penting lagi, pengrajin harus mampu memasarkan produknya secara online,” terang Direktur Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Erwita Dianti.

Meningkatkan kompetensi pelaku Ekraf, Pelatihan SDM Ekonomi Kreatif Champion/Unggul pun menampilkan 5 narasumber. Mereka adalah Donna Angelina yang memberikan paparan ‘Proses Desain’ dan Dian Suri Handayani dengan konten ‘Kreatifitas Desain’. Setelah presentasi, laku dipilih 3 peserta terbaik menurut kriteria Produk, Cerita, hingga Konsep yang dikembangkan selama pendampingan.

“Pendampingan ini akan memberikan impact yang besar, terutama dalam masa pemulihan ekonomi seperti saat ini. Rangkaian kegiatan ini sudah menghasilkan new design yang bagus. Sangat menggambarkan ciri khas Lombok. Kami akan terus mendukung pengembangan produk kreatif di sini karena sangat bagus sebagai daya tarik pariwisata,” jelas Erwita.

BACA JUGA :  PPKM Jilid Pertama Tak Efektif, Jokowi Minta Pemda Tegas

Pelatihan SDM Ekonomi Kreatif Champion/Unggul ini menjadi puncak dari rangkaian pendampingan yang dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf. Sebelumnya ada beberapa tahapan yang harus dilewati para peserta. Tahap pertama adalah offline atau tatap muka yang mulai dilakukan 22-24 April 2021, kau disusul pendampingan online 12 hari untuk menghasilkan mock up produk perhiasan. Tahap ketiga berupa presentasi produk baru.

“Destinasi pariwisata Lombok semakin menarik. Daya tawarnya bertambah tinggi. Sebab, produk perhiasan mutiara dan kulit kerang di Lombok sekarang semakin eksotis. Ada kekuatan baru yang ditawarkan setelah rangkaian program pelatihan digulirkan,” papar Koordinator Edukasi II Direktorat PSDM Ekraf Jemmy Alexander.

Lebih lanjut, Sekretaris Dinas Pariwisata NTB Lalu Hasbulwadi mengatakan, pelaku Ekraf di NTB membutuhkan pendampingan untuk melahirkan produk baru yang lebih inovatif. Apresiasi pun diberikan kepada Kemenparekraf/Baparekraf atas support yang diberikan kepada pelaku ekraf terutama terkait inovasi perhiasan mutiara dan kulit kerang.

“Pelaku ekraf di sini sangat membutuhkan pendampingan sperti.ini. bagaimanapun, peningkatan kemampuan para pengrajin harus ditingkatkan. Dengan begitu, mereka bisa terus menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pasar. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf/Baparekraf yang terus berupaya memajukan industri pariwisata NTB,” tutup Lalu.(***)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga