Pandemi Bikin Tatanan Berubah, Bustami Zainuddin Dorong HKTI Inovasi Sektor Pertanian

IMG_20210121_160831

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

JAKARTA – Wakil Ketua Komite II DPD RI, Bustami Zainuddin menghadiri pelantikan pengurus HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) pada Selasa (26/1/2021). Hadir sejumlah pejabat pada pelantikan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sebagai Ketua Umum DPP HKTI itu. Pada kesempatan itu, Bustami mengutarakan jika ia mendukung penuh program HKTI. “Selamat atas pelantikan pengurus HKTI. Mari kita dukung penuh program HKTI untuk terus memajukan dan menyejahterakan petani Indonesia,” kata Bustami dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (28/1/2021).

 

Mantan Bupati Waykanan Lampung itu sepakat dengan Moeldoko mengenai pentingnya pola pertanian di era new normal saat ini. “Masa pandemi ini membuat seluruh tatanan berubah, tak terkecuali di sektor pertanian. Saya mendukung penuh pola kerja baru di sektor pertanian agar tak menjadi cluster baru bagi penyebaran Covid-19,” kata Bustami.

Anggota Panitia Perancang Undang-Undang DPD RI itu melanjutkan, hal yang terpenting juga adalah inovasi di sektor pertanian. Fungsi HKTI, Bustami melanjutkan, adalah memfasilitasi dan memberikan pendampingan kepada petani agar tingkat kesejahteraan mereka meningkat. “Inovasi di era industri 4.0 menjadi satu keharusan yang mutlak diperlukan. Sektor pertanian menjadi bagian penting yang tak boleh diabaikan,” kata dia.

Anggota Badan Kehormatan DPD RI itu menilai HKTI juga mesti memiliki program peningkatan produktivitas pertanian melalui program pemanfaatan lahan tak terpakai untuk kepentingan pertanian Indonesia. “Salah satu kunci sukses produktivitas adalah efisiensi dan peningkatan kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Ini menjadi kata kunci penting bagi sektor pertanian agar produktivitasnya terus tumbuh dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Hal terpenting, kata dia, adalah peningkatan kesejahteraan petani. Katanya, apalah arti peningkatan produktivitas tanpa diiringi dengan peningkatan kesejahteraan petani. “Orientasi utama sektor pertanian kita bersumber pada petani sebagai subyek. Petani harus sejahtera dari hasil pertanian mereka. Maka, harga produk pertanian harus juga meningkat demi kesejahteraan petani,” harap dia.(***)

BACA JUGA :  Tarian Adat Tandai Panen Raya Ketua DPD RI di Sumba Barat Daya

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga