Kepala Jatam Nilai Alih Fungsi Hutan Jadi Penyebab Banjir di Kalsel

Jatam banjir Kalsel akibat alihfungsi hutan jadi tambang, foto: Info

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Jakarta – Kampanye Jaringan Anti Tambang (Jatam) Nasional menilai banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) disebabkan perubahan alih fungsi hutan menjadi tambang dan perkebunan sawit.

“Banjir yang terjadi, tampaknya akibat tata guna lahan yang amburadul akibat kawasan hutan berganti menjadi kawasan tambang dan sawit,” kata Kepala Jatam, Melky Nahar, mengutip Tempo, Minggu (17/1/ 2021).

Berdasarkan data Jatam, ada 177 konsesi tambang yang berada di sejumlah kabupaten yang terdampak banjir. Melky menyebut, antara titik banjir dari hulu ke hilir tampak ada perusahaan tambang.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat 7 kabupaten dan Kota yang terdampak banjir tersebut. Daerah tersebut adalah Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong.

Dia mengatakan, saat ini pemerintah perlu melakukan evaluasi rencana tata ruang wilayah dan pemanfaatan lahan hutan di Kalsel. Pekerjaan ini menurutnya sangat mendesak dan harus dilakukan secara menyeluruh.

“Sebab, dari data-data yang ada jelas menunjukkan soal betapa lahan dan hutan, hulu hilir, telah banyak yang beralih fungsi jadi kawasan tambang dan perkebunan sawit,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah melakukan penegakan hukum, mencabut izin-izin tambang dan sawit di kawasan esensial bagi lingkungan dan rakyat.

Selain itu, pemerintah juga harus memulihkan kerusakan yang telah terjadi untuk merespons banjir Kalsel.

“Tanpa hal di atas, kejadian serupa akan terjadi dan kita akan mendengar ucapan basa basi dari Presiden Jokowi lagi,” kata dia.

BACA JUGA :  Ketua Komisi III DPR Herman Hery Terseret Kasus Bansos

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga