Kementan Dorong Kapasitas Penyuluh dan Petani di Sleman

IMG-20210604-WA0029

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

SLEMAN – Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas penyuluh dan petani di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Hal tersebut disampaikan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, saat mendatangi UPTD BP4 Wilayah III Kabupaten Sleman, Jumat (4/6/2021).

Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan, peningkatan kualitas SDM sangat penting.

“Karena SDM memegang peranan paling penting dalam peningkatan produktivitas pertanian,” tuturnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menilai UPTD BP4 Wilayah III Kabupaten Sleman luar biasa.

“UPTD ini luar biasa. Karena ternyata di sini petani milenial mulai tumbuh, itu yang akan kita genjot. Selain itu Komoditas pertanian juga sudah mulai banyak,” katanya.

Menurutnya, BPP Kostratani yang sudah dibangun AOR dan terhubung dengan AWR di Kementan, bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas penyuluh dan petani.

“BPP di Kecamatan Seyegan akan kita dorong terus. Bahkan bisa kita duplikasi di tempat lain, kita tingkatkan kualitas penyuluh dan petani untuk mendongkrak produktivitas. Semangatnya luar biasa, penyuluh semangatnya tinggi, semangat membimbing petani untuk meningkatkan kualitas. Semangat inilah yang kita butuhkan,” katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, program pemerintah Kabupaten Sleman untuk pertanian sangat luar biasa.

“Utamanya terhadap petani milenial. Program ini ternyata konkret di Kabupaten Sleman, pembangunan pertaniannya sudah berjalan. Bahkan, ibu Bupati mencanangkan 1000 petani milenial juga sekolah untuk petani milenial. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian akan full support,” katanya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan pihaknya sangat konsen untuk menjaga ketahanan pangan.

“Memang konsen kami adalah untuk ketahanan pangan. Untuk itu, kita melibatkan semua petani milenial di Kabupaten Sleman. Kita buka sekolah petani milenial. Tapi memang kita harus melihat regulasinya dulu. Tapi ke depan, kita akan berusaha semaksimal mungkin bekerja sama dengan Kementan. Karena programnya hampir sama,” tuturnya.

BACA JUGA :  Bustami Zainuddin Minta Pemerintah Prioritaskan Vaksinasi Covid-19 di Pondok Pesantren

Bupati juga berterimakasih ke Kementerian Pertanian. “Kementan khususnya BPPSDMP punya program menarik. Ada program pelatihan, ada sistem modal dan lain sebagainya. Nanti kita sampaikan kepada masyarakat yang berminat. Tapi harapan saya adalah dengan gabungnya beliau nanti bisa bekerjasama dari pusat maupun daerah, khususnya di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga