Kemenparekraf Tinjau Potensi dan Rencana Pengembangan Desa Wisata Sani-Sani

IMG-20210619-WA0109

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Kolaka – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan peninjauan daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Desa Wisata Sani-Sani sekaligus melihat rencana pengembangan yang dilakukan.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu, mengatakan, peninjauan ini sejalan dengan arahan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk melaksanakan strategi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka pada awal Juni 2021.

“Tiga _quick win_ yang dicanangkan oleh Menparekraf Sandiaga Uno salah satunya yakni pengembangan desa wisata yang aman COVID-19. Desa wisata akan menjadi salah satu daya tahan pariwisata nasional, Desa Sani-Sani Kolaka bisa menjadi contoh bertahannya Desa Wisata di era pandemi,” ujar Vinsensius Jemadu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/6/2021).

Peninjauan Desa Wisata Sani-Sani dilakukan pada 16 Juni 2021 dan dipimpin oleh Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan. Diawali dengan meninjau Puncak Indah Kapu Desa Sani Sani yang berjarak kurang lebih 28 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dari pusat kota Kolaka. Di lokasi ini wisatawan dapat melihat atraksi yang menyajikan pemandangan Kolaka dari atas, hamparan laut, gugusan pulau, dan perkebunan cengkeh serta lada.

Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Gunawan memberikan apresiasi kepada pemerintah desa dan pokdarwis Desa Wisata Sani-Sani atas komitmen mereka dalam mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga masyarakat bisa merasakan dampak positif dari pariwisata didukung dengan keunikan potensi pariwisata yang luar biasa besar.

“Potensi wisata di Desa Sani-Sani sangat luar biasa. Saya benar-benar merasakannya. Desa ini sangat layak dipromosikan secara masif. Protokol CHSE pun sudah diterapkan dengan sangat baik,” kata Wawan Gunawan.

BACA JUGA :  Terkait Larangan Demo di Jogja, Ombudsman Temui Sri Sultan

Pada saat peninjauan Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Kolaka, Kepala Bappeda Kabupaten Kolaka, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Kolaka, Istri Bupati Kolaka/Ketua PKK Kabupaten Kolaka, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka, Perangkat OPD/SKPD Kabupaten Kolaka, serta Perangkat Desa Sani Sani, dan Ketua Pokdarwis.

Wawan mendorong agar pemerintah desa bersama pokdarwis dapat meningkatkan fasilitas dan sarana serta infrastruktur pendukung. Seperti peningkatan atraksi wisata budaya dan buatan. Juga pendampingan mewujudkan Desa Wisata yang berkualitas terkait amenitas seperti toilet, dan sarana lainnya. Dalam atraksi meningkatkan kearifan lokal pada setiap unsur atraksi wisata juga memperkuat narasi _story telling_.

Untuk meningkatkan kualitas sinyal internet, Wawan mendorong Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka dan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara segera bersurat kepada Kemenparekraf untuk diteruskan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk ditindaklanjuti.

Wawan juga mendorong semua pihak bergerak, mulai dari masyarakat, OPD pemerintah daerah untuk dapat menerapkan gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman).

“Pariwisata semakin dilestarikan semakin menyejahterakan. Melakukan inovasi: yang tidak menarik menjadi menarik; Kolaboraksi program antara Kemenparekraf dengan Pemda Kabupaten Kolaka khususnya dengan Desa Wisata Sani Sani. Ketika melakukan pekerjaan pariwisata ada nilai spiritual; raga, rasa, rasio, dan ruh sebagai insan pariwisata. Menjadi ladang amaliah untuk menyiapkan destinasi yang berkualitas, yang siap dikunjungi, tempat wisata yang bersih, indah, sehat, dan aman. Kemenparekraf siap mendukung,” ucap Wawan.

Kepala Desa Sani-Sani, Alias Mujur, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Kemenparekraf dalam mendorong peningkatan kualitas Desa Wisata Sani-Sani. Menurutnya Desa Sani-Sani sudah lama menjadi desa wisata dengan memanfaatkan semua potensi yang ada sebagai daya tarik seperti pantai, tambak, sawah, dan perkebunan.

BACA JUGA :  Bandar Narkoba di Lampung Beraksi Saat Pandemi, Bustami Zainuddin Minta Polisi Sapu Bersih

Dalam waktu dekat juga tengah dilakukan pembangunan Infrastruktur jalan sepanjang 25 km dan penguatan sarana jaringan listrik.

Ia kemudian mengajak seluruh masyarakat bergerak bersama membangun Desa Sani-Sani dengan tagline Momehe _For The World_, yang berarti Mo: bergerak, me: bekerja, He: di sini, atau bergerak bersama membangun Kolaka untuk dunia.

“Jadi masyarakat harus siap menerima wisatawan yang akan melihat Desa Wisata Sani Sani,” ujar Mujur.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga