Gunawan Raka Ungkap Ketidakberesan Jual Beli Saham PT Starstrust

Kuasa Hukum Gunawan Raka
Kuasa Hukum Gunawan Raka

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

JAKARTA – Hirawan Ardiwinata adalah pendiri dan pemegang saham mayoritas (80 lembar saham) serta Direktur Utama PT. STARSTRUST yang didirikan bersama-sama dengan Erwin Situmorang (pemilik 60 lembar saham) dan ibu kandung Hirawan, alhmarhum Etty Rusmana (pemilik 60 lembar saham).

Hal ini sesuai Akta Nomor: 57, tanggal 14 Desember 1991, tentang Pendirian perseroan terbatas yg dibuat di kantor Notaris Gina Riswara sebagai pengganti Notaris Koswara.

PT. STARSTRUST memiliki Rekening Bank pada PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat saat ini bernama PT. Bank Jabar Banten (PT. BJB Tbk) dengan no Rek : 0101-17670-08 an. PT.STARSTRUST.

Pada tanggal 07 Oktober 1992, dilakukan perubahan anggaran dasar PT. STARSTRUST sesuai Akta Nomor: 24 yang dibuat dihadapan Gina Riswara Koswara yaitu Erwin Situmorang dan (Alm) Etty Rusmana resmi sebagai pesero PT. STARSTRUST. Selanjutnya digantikan oleh Hari Rezeki dan Meirinawati Suryani.

Penandatangan akte jual beli saham perseroan terbatas PT Starstrust No 2 tanggal 23/10/200 antara Penjual saham Hirawan dan Pembeli Kemas Muhamad Yunus dihadapan Notaris Bagja Eka Suta tidak sah.

Gunawan Raka selaku kuasa hukum menjelaskan, ada beberapa hal yang menguatkan ketidaksahan tersebut.

”Pertama, Hirawan sebagai penjual bersama Kemas Muhamad Yunus sebagai pembeli saham tidak pernah menghadap Bagja Eka Suta sebagai notaris di kantornya (Jl Raya Panjalu no 174 Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis ) untuk melaksanakan Jual Beli Saham,” ungkapnya.

Kedua, Hirawan tidak pernah menandatangani akta jual beli saham No 2 tanggal 23/10/2000 di kantor Bagja Eka Suta Jl Raya Panjalu No. 174 Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis.

”Jelas ini dibuktikan dengan adanya pernyataan Kemas Muhamad Yunus tanggal 19 Desember 2018. Bahwa tidak pernah baik secara perorangan maupun bersama pihak lain datang ke Kantor Bagja Eka Suta sbagai notaris,” jelasnya lagi.

BACA JUGA :  Ternyata PT Grama Bazita Tak Menyertakan Proposal Perdamaian, Ini Risikonya!

Ketiga, Hirawan juga tidak pernah bertemu Kemas Muhamad Yunus. Apalagi menerima uang pembayaran penjualan saham.

”Hirawan juga tidak pernah menandatangani kwitansi penjualan saham sebagai mana yang disebutkan dalam Akte Jual Beli No 2 yang dibuat oleh Bagja Eka Suta,” terang Gunawan.

Dalam Akta Jual Beli No 2 tgl 23/10/2000 tidak menyebutkan atau melampirkan adanya RUPS antara Hirawan dan Kemas Muhamad Yusuf.

Dalam jawaban Bagja Eka Suta pada Perkara Perdata Nomor 19/PDT/G/2018/PN.CMS penandatangan AJB dilakukan para pihak di Kantor Bank NISP Jl Sawunggaling No 2 Bandung.

”Ini bertolak belakang dengan dengan Akte No 2 yang menyatakan para pihak hadir dan menandatangani AJB Saham di Jalan Raya Panjalu No.174 Cihaurbeuti Kab Ciamis,” timpalnya.

Ditambahkan Gunawan, peralihan saham melalui Jual Beli Saham pada 27 September 2006, yaitu saham milik Hari Rejeki dan Sdri Meirinawati Suryani seluruhnya kepada Pramana di depan Notaris Leontine Anggasurya tidak sah.

Ini dikarenakan baik Hari Rejeki dan Meirinawati Suryani menyatakan tidak pernah menjual, melepaskan dan atau mengalihkan kepemilikan sahamnya dengan cara apapun kepada pihak lain.

Fakta lain, tidak pernah menanda tangani surat jual beli saham dan atau memberikan kwitasi tanda terima sejumlah uang Jual Beli Saham.

”Selain itu Pramana (alm) sebagai pembeli saham tidak pernah menyetorkan uang hasil pembelian saham kepada rekening PT Starstrust sehingga berdasarkan kereangan Saksi Ahli Dr Sujud Margono Jula Beli Saham tersebut Gagal Validasi dan tidak sah,” terang Gunawan Raka. (rls/sip)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga