Bupati Sleman Dukung Program Kementan Penumbuhan Petani Milenial Hingga 1000 Petani

IMG-20210604-WA0014

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

SLEMAN – Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), akan menggenjot lahirnya banyak petani milenial, termasuk juga di Sleman, Yogyakarta. Hal tersebut diungkapkan saat Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, beraudiensi dengan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Jumat (4/6/2021).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan masa depan pertanian Indonesia ada di tangan generasi milenial.
“Untuk itu, kita akan terus mengupayakan agar generasi milenial yang terjun ke sektor pertanian semakin banyak. Regenerasi harus dilakukan. Kami targetkan 2 juta selama lima tahun ini,” tuturnya.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan penumbuhan petani milenial adalah salah satu fokus Kementan.
“Salah satu fokus Kementrian Pertanian adalah membangun petani milenial. Bahkan Menteri Pertanian mencanangkan dalam 5 tahun ini kita bisa melahirkan ,2,5 juta petani milenial di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Sleman,” katanya.

Dedi menjelaskan, kehadirannya di Jogja dan Sleman adalah untuk mengimplementasikan program Kementrian Pertanian. Yaitu membangun Kostratani dan membangun petani milenial di Provinsi DIY, khususnya di Sleman.
“Kita sudah bertemu dengan Sultan (Hamengkubuwono X), serta berdiskusi juga dengan kepala dinas pertanian provinsi. Dan tadi juga sempat berdiskusi dengan Kadis Pertanian Sleman. Saya sangat gembira, karena ternyata Sleman menjadi pelopor pertanian di DIY, utamanya untuk program hortikultura. Sleman pun termasuk sentra hortikultura nasional. Artinya sudah sangat diandalkan di level nasional. Pak Gubernur juga meminta lini bisnis pertanian juga harus diperhatikan. Petani harus bisa memanfaatkan hasilnya menjadi bisnis,” tuturnya.

Menurut Dedi, hal ini adalah peluang. Karena, ada potensi yang harus digenjot dan dikembangkan. “Potensi menjadi bisa aktual kalau kita kerja keras untuk membangun pertanian di Sleman,” tuturnya.

BACA JUGA :  Kasus Citra Satelit, KPK Periksa Kepala Bidang Pustekdata LAPAN

Dedi pun menilai program-program di Kabupaten Sleman sudah hebat.
“Pak Kadis tadi menyampaikan, hampir 300 petani milenial saat ini sudah eksis. Bahkan bupati mencanangkan 1000 petani milenial, dan itu yang harus kita support habis, Kementan akan support habis,” katanya.

Dedi meminta berbagai lembaga pertanian untuk men-support program ini melalui pelatihan-pelatihan. Ia pun mempersilahkan Kadis Pertanian Sleman untuk diskusi dengan direktur Polbangtan untuk membahas lebih lanjut masalah tersebut.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengucapkan terima kasih kepada Kementan dan BPPSDMP yang sudah mendukung pertanian Yogyakarta, khususnya Sleman.

“Kabupaten Sleman juga melakukan pembentukan petani milenial, serta mengakomodasi ibu-ibu yang tangguh dalam membantu ketahanan pangan, dari tingkat keluarga hingga tingkat kabupaten,” katanya.

Bupati menjelaskan, Pemkab dan dewan riset daerah sepakat untuk menyusun konsep sekolah tani. Ini bentuk komitmen, yaitu dengan membentuk sekolah tani. Kami akan dukung semua program pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian. Sungguh siap kami dukung, “katanya.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga