Audiensi dengan Bupati Bantul, Kementan Dorong Pengembangan Domba

IMG-20210604-WA0054

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

BANTUL – Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), siap mendukung pengembangan pertanian dan subsektor lainnya di Kabupaten Bantul, termasuk pengembangan domba. Hal tersebut terungkap saat Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, beraudiensi dengan Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, JUmat (4/6/2021).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementan akan terus berupaya mengembangkan pertanian.

“Pengembangan pertanian dan subsektor lain akan kita perhatikan. Dibutuhkan peran penyuluh untuk mendukung itu. Dan di sinilah pentingnya fungsi Kostratani,” tuturnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan arahan Bupati untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan sudah jelas.

“Skema arahan Bupati sudah jelas, mengembangkan produksi peternakan domba di Bantul. Sehingga, para pengepul sate tidak perlu repot-repot mencari bahan baku. Nah itu yang kita persiapkan, pertama bibit, yang kedua sumber pakan ternak. Teknologinya pun sudah ada, ternyata teman teman dari BPPT Jogja sudah mengembangkan bibit domba Safira,” katanya.

Menurutnya, bibit itu bisa dikembangkan di Bantul. Karena, produktivitas dagingnya yang sangat bagus.

Menurut Dedi, yang harus dipikirkan adalah bagaimana membangun industri hulu.

“Misalkan domba ini kan pelakunya bukan ada di kota, tetapi di desa, kecamatan, petani, praktisi dan para penyuluh itulah para pelakunya. Dan saya harus ketemu dengan para pelaku dari perintah pak bupati ini. Itu yang harus di implementasikan secara tepat dan tepat, bekerjasama dengan kadis pertanian,dengan pak camat, para koordinator dan penyuluh semua. Support program yang sudah di canangkan oleh Pak Bupati,” ujarnya.

Sementara Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, ada harapan besar dengan kehadiran Kepala BPPSDMP.

“Beliau memberikan motivasi dan dukungan untuk pengembangan pertanian di Kabupaten Bantul. Dan kita tahu sektor pertanian di Bantul mendominasi PDRB. Dan, sektor pertanian dihuni mayoritas penduduk, karenanya pemerintah kabupaten menetapkan sektor pertanian bersama industri pariwisata itu sebagai sektor unggulan,” katanya.

BACA JUGA :  Hasil Rapimnas Partai Golkar, Dukung Pemerintah Tak Revisi UU Pemilu

Artinya, APBD yang dimiliki Bantul sesuai dengan paradigma money program.

“Itu akan kita push ke tiga sektor ini, itu akan mengangkat perekonomian Bantul yang lebih berkeadilan. Apa saja yang hendak kita bangun dari sektor pertanian ini, ada beberapa komoditas andalan adalah bawang merah, dimana bawang merah ini terbukti dipasaran laris manis, karena memang punya keunggulan,” katanya.

Yang kedua yang dikembangkan adalah peternakan domba. Bantul memiliki market karena hilirnya sudah jadi.
“Kita tinggal membangun hulunya, hulunya adalah peternakan itu. Alhamdulillah Prof Dedi sangat mendukung peternakan domba ini bisa kita kembangkan dan kita manage, dengan baik antara hulu dan hilir,” katanya.(***)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga